Dewasa ini, makin hari, jumlah kendaraan semakin banyak. Baik kendaraan roda dua (motor) atau mobil sekalipun. Akan tetapi, dari banyaknya pertambahan jumlah kendaraan tersebut justru diimbangi dengan menurunnya kesadaran dalam berlalu lintas. Makin hari, kesadaran akan peraturan lalu lintas makin menurun.
Monday, October 13, 2014
Monday, July 21, 2014
Menyusuri Jalur Alternatif Comal
Sudah menjelang lebaran dan hari
ini adalah H-7 lebaran. Beberapa hari yang lalu salah satu admin kami menyusuri
jalur pantura untuk mengecek kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik
tahun ini.Sebetulnya misi utama admin kami ini bukanlah mengecek kesiapan jalur
pantura namun beliau akan melaksanakan sebuah tes masuk perguruan tinggi
disemarang (doain ya semoga lolos). Perjalanan dimulai dari pemalang-semarang. Namun
masalah sudah di depan mata,yakni putusnya jembatan comal. Jembatan ini adalah
satu jembatan yang berada di ruas utama pantura yang menghubungkan antara kota
pemalang dan pekalongan. Semua orang di seluruh Indonesia membicarakan jembatan
ini...bayangin gara-gara jembatan ini perekonomian Indonesia hampir aja lumpuh.
Pemberangkatan dimulai pukul 17.00 dengan menggunakan kendaraan pribadi. Admin memutuskan
untuk langsung melalui jalan alternatif agar bisa tembus ke kota
pekalongan,yakni via Banjardawa-jebed-jrakah-kemuning-petarukan-ampelgading-ujunggede-kesesi-kajen-pekalongan.
( Bus AKDP masuk desa )
Dibalik kemacetan yang cukup
stuk,banyak juga warga sekitar yang ikut membantu mengatur lalu lintas dan juga
sebagian warga yang menjajakan menu berbuka puasa *Ta’jil. Inilah yang dinamakan bulan ramadan yang penuh berkah. Kembali
ke pantauan jalur alternatif.
( Warga sekitar yang menjual Ta'jil)
Hari sudah mulai gelap suasana
kemacetan semakin terasa. Ketika masih di desa Ampelgading. Kami di lempar ke
jalur alternatif via tengah sawah ( dalam bahasa jawa : galengan ) ini cukup ngeri
bagi kami. Dan setelah keluar dari jalanan sawah kamipun kembali di arahkan
oleh warga sekitar agar via jalan yang kanan dan kirinya sungai dan sawah,astagfirullah...spot
jantung. Hal ini dilakukan agar tidak
terjadi penumpukan di satu jalur saja.
( Jalan Alternatif comal via tengah sawah)
(Warga yang ikut membantu mengatur lalu lintas)
Sudah keluar dari jalanan
ekstrem,kami sudah masuk desa kesesi-kajen. Macet panjang,buka tutup arus
bergantian dengan bus dan truk.kurang lebih 1 jam.alhamdulillah sudah bisa
keluar dari kemacetan ini. Kemudian kami melanjutkan ke Kendal untuk transit
dan melanjutkan perjalanan ke semarang keesokan harinya.
Kemudian setelah mengetahui Jalur
Alternatif comal seperti itu maka pulangnya kami memutuskan untuk via
@HaloSelatan yakni : Bawen-bandungan-suwowono-temanggung-wonosobo-banjarnegara-purbalingga-belik-pemalang.
Jalanan cukup ramai dengan bus truk pantura,mungkin mereka sudah tau bahwa
jalur alternatif comal sudah macet tak bergerak. Namun yang perlu diperhatikan
jika kalian mau lewat jalur selatan adalah di jalur ini minim
penerangan,jalanan berkelok,dan berkabut juga jauh dari keramaian rumah warga
terutama di daerah antara Temanggung-Wonosobo.
Semoga tulisan kami ini
bermanfaat bagi kalian yang mau mudik namun masih bingung harus lewat mana
karena terputusnya jembatan comal.
Tim @HaloPantura
Ket : Jalur Alternatif comal dari
barat : Banjardawa-jebed-jrakah-kemuning-petarukan-ampelgading-
ujunggede-kesesi-kajen-pekalongan.
Jalur aternatif comal dari timur : perempatan
ponolawen-buaran-pekajangan-pertigaan
podo pertigaan surobayan-wonopringgo-karanganyar-kajen-
kesesi- pemalang
Sunday, July 20, 2014
Puasa itu....
Duduk menunggu pesanan semangkuk soto semarangan sore itu. Warung tenda itu tidak begitu besar, tapi cukup ramai pada jam buka puasa. Menyapu pandangan ke segala penjuru warung itu dan warung sebelah-sebelahnya. Ada sekelompok orang kantoran yang sedang asyik menikmati soto didepannya, sambil memilih lauk dan menyantapnya dengan lahap (kalau saya tidak boleh bilang kalap atau rakus).
Thursday, July 17, 2014
Tips mudik naik motor ala halo pantura.
Tidak terasa musim mudik tinggal menunggu beberapa hari lagi, bahkan pada saat tulisan ini dibuat, tanggal 17 Juli 2014, beberapa kendaraan pemudik dengan barang bawaan di atas kendaraan sudah mulai melakukan perjalanan dari Jakarta menuju kota di Jateng atau Jatim dan melewati pantura.
Wednesday, July 9, 2014
Bayar sambutan kami dengan berkendara secara sopan.
Musim mudik sebentar lagi. Mudik bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah sebuah kewajiban. Merayakan hari raya dengan sanak saudara, teman, kerabat, tetangga memang menyenangkan. Setelah setahun kita bekerja keras lalu menikmatinya bersama orang-orang terdekat itu nikmat ya.
Friday, June 27, 2014
Touring perdana ke kota kretek.
Bermula pada waktu itu tanggal 9
januari gue yang rencananya mau nginep di bogor 5 hari, malah Cuma jadi touring
tek-tok..waktu itu gue sama temen gue, ecksan, dan dirjo. Jalan jalan keliling
jabotabek naik KRL. Saat hari mulai beranjak agak siang, gue mikir, mau pulang kapan.. dan gue mutusin pulang nanti sore, entah
darimana, rawamangun atau poris, kebetulan waktu itu gue kelilingnya Cuma
duri-tangerang sih, tadinya mau ke poris ngincer NT505, eh taunya yg jalan 94,
oke ini gapenting.
Subscribe to:
Posts (Atom)




